Showing posts with label Invesment. Show all posts
Showing posts with label Invesment. Show all posts

Friday, August 26, 2011

Investasi Jangka Panjang dengan Emas


Anda mungkin punya cincin kawin, jika Anda telah menikah 10 tahun yang lalu terus ditanya berapa harga cincin emas saat itu?
Mungkin Anda akan menjawab, “ 70.000/gram”.  terus kalau ditanya lagi berapa harga emas sekarang? Anda akan menjawab Rp. 330.000,- per gram.
Jadi berapakah kenaikannya dalam 10 tahun? 371%, wah angka yang pantastis bukan?
Jika Anda mempunyai 500 gram saat itu, berapa kalo dirupiahkan sekarang?

Saat beli hanya 70.000 X 500 = 35.000.000 Nah kalau harga sekarang menjadi 500 x 330.000,- = 165.000.000,- wow kenaikan yang luar biasa.
Pertanyaanya, bisakah emas naik lagi dalam kondisi emas saat ini yang cukup tinggi? Jelas bisa naik, harga emas akan naik terus dalam jangka panjang.


Investasi Emas
Investasi emas sangatlah mudah, kita tinggal membeli emas 1 gram, 2 gram dan seterusnya kemudian disimpan sebagai tabungan.

Emas yang terkumpul juga bisa dijaminkan kemudian uangnya untuk modal kerja, bisa dapat untung dari modal kerja dan dapat untung dari kenaikan harga emas.
Emas dapat dibeli di toko-toko atau di PT. Aneka tambang. dan dapat juga beli di Pegadaian. jadi sangatlah gampang.
nvestasi emas juga paling praktis karena bisa dilakukan semua golongan mulai dari ibu rumah tangga, pekerja bergaji pas-pasan atau profesional karena emas bisa dibeli mulai dari 1 gram.

Namun investasi emas tidak cocok untuk jangka pendek seperti saham dan valas karena pergerakannya tidak seatraktif saham atau valas. Kenaikan harga emas cenderung pelan untuk jangka pendek.
Saat kita membeli emas terkena ongkos bikin atau ongkos cetak terus kena pajak, nah kalau dijual dalam jangka pendek maka komponen komponen tadi tidak akan tertutup karena harga jual kembali akan dipotong ongkos bikin dan tentunya tanpa komponen pajak.***

Thursday, August 25, 2011

Motif Investasi Emas (Motif Gold Investment)


Pada dasarnya Investasi adalah menyisihkan sebagian harta kita untuk keperluan dimasa yang akan datang. Ada juga yang mengartikan  Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Seperti membeli property, membeli saham, membeli reksadana, membeli emas, ada juga yang hanya menimbun hasil pertanian.

Investasi Emas sebenarnya fungsinya hanya melindungi asset kita karena harga emas dianggap relatif tetap. Misalnya kalo kita menyimpan uang maka nilai uang akan habis tergerus Inflasi, kalau waktu tahun 1996 harga bensin hanya 700 perliter sekarang sudah 4.500 perliter. Bayangkan kalau kita menyimpan dalam bentuk uang maka uang kita akan habis nilainya.
Orang-orang yang membeli emas dengan motif investasi biasanya yang dibeli adalah emas dalam bentuk batangan 24 karat, mengapa?
Harga emas batangan dengan kadar 24 karat tidak terkena pajak PPn jadi harga akan lebih murah, sedangkan kalau kita membeli dengan kadar di bawah itu atau dalam bentuk yang lain maka akan terkena PPn 10%.  Untuk menjual emas batangan juga lebih mudah, karena pembeli dan penjual tidak ada persepsi perbedaan kadarnya.
Namun  emas batangan emas tidak bisa dipakai layaknya perhiasan.
Umumnya Masayarakat sekarang membeli emas adalah untuk keperluan penampilan atau Fesyen sehingga mereka membeli mengikuti trend atau mode perhiasan. Seperti emas putih yang sekarang lagi ngetrend walaupun harganya relatif lebih mahal mereka lebih suka membeli emas putih.
Investasi dalam bentuk emas sebenarnya sangat mudah, beli di waktu harga rendah dan jual di waktu harga tinggi maka kita akan cepat mendapatkan keuntungan.

Thursday, August 11, 2011

Harga Emas Terus Melonjak


Harga emas yang terus melonjak hingga kini (Agustus 2011)  yang telah menyentuh angka 490.000/gram atau US$ 1.770/tray onze (update hingga tgl 9 agustus 2011). Penyebab kenaikan harga ini karena permintaan emas meroket tinggi setelah posisi dollar keok tertekan sentimen penurunan peringkat kredit AS oleh Standard & Poor's.  
"Emas menjadi incaran utama investor mengikuti pemangkasan kredit utang AS. Target harga emas kami dalam sebulan US$ 1.725 sepertinya akan segera tercapai dalam jangka pendek," jelas Edel Tully, analis UBS AG. 

Dia menambahkan, permintaan fisik emas dari investor AS dan Eropa akan kian melonjak. "Kecemasan investor akan semakin meningkat seiring rendahnya tingkat kepercayaan investor," jelasnya. ( Sumber : investasi.kontan.co.id )
Sekadar tambahan, pada tgl 08/08/2011 bursa saham AS berjangka dan harga minyak juga anjlok tajam. Pada pekan lalu, investor banyak melepas saham dan memburu surat utang AS, franc Swiss, dan emas. Hingga hari ini, harga emas sudah melonjak 23% di sepanjang tahun ini.
====================================================================
Sekarang kita bisa menyimpulkan dari data di atas tampak pada saat-saat tertentu saja emas akan naik secara drastis selebihnya pergerakan harga terjadi secara normal.
Harga Emas akan naik bila?
  1. Inflasi lebih tinggi daripada yang diperkirakan semula. Harga emas mencerminkan harapan terhadap tingkat Inflasi. Emas dicari pada saat-saat tidak menentu. Inflasi hanya mengurangi Nilai uang kertas namun tidak mengurangi nilai emas. Bisanya setiap negara mengumumkan prediksinya terhadap inflasi, misalnya pemerintah Indonesia mengumumkan asumsi tingkat inflasi sebesar 6%, namun di tengah jalan situasinya bisa berbeda. Kalau diprediksi Inflasi akan melonjak 12% maka harga emas akan naik.

  2. Terjadinya kepanikan Finansial. Kepanikan pasar terjadi seperti sekarang ini dikarnakan pemangkasan Kredit utang AS. Kecemasan para investor yang takut kehilangan uangnya lebih banyak dan mengalihkan investasi mereka ke komoditi emas, menyebabkan permintaan akan emas terus meningkat.

  3. Perkembangan Geopolitik yang mengarah ke Krisis. Seperti diketahui peningkatan harga emas sekarang ini di awali dengan krisis di Libya. Kemudian berlanjut Perkembangan politik juga mempengaruhi harga emas. Ketika terjadi serangan ke WTC Newyork pun, bursa-bursa saham mengalami kerontokan, saat itulah terjadi lonjakan harga emas. 

  4. Harga Minyak Mengalami kenaikan Signifikan. Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, pasti inflasi global akan meroket dan harga emas pun melambung tinggi di pasaran. Walaupun efeknya tidak langsung tapi kenaikan harga minyak akan mendorong inflasi yang pada akhirnya emas pun akan naik. Contoh ; ketika Perang Iran-Irak tahun 1980 membuat harga minyak melonjak dan dampaknya harga emas melambung.

  5. Naiknya Permintaan emas untuk Cadangan Devisa. Biasanya kalau Kurs Valuta asing mengalami gonjang-ganjing, bank-bank sentral akan memperkuat cadangan emasnya. Bila bank-bank memperkuat cadangan emasnya maka keseimbangan emas akan berubah. Apalagi jika yang bermain adalah negara-negara dengan cadangan devisa yang besar.

  6. Naiknya Konsumsi emas dunia.  Negara-negara dengan penduduk besar seperti China dan India adalah negara yang penduduknya suka menimpan emas sehingga permintaan selalu meningkat.

Sumber : Kompas.com;investasi.kontan.co.id;http://full-emas.blogspot.com


000

Wednesday, August 10, 2011

Harga Emas Kembali Mencetak Rekor Baru


Kontrak harga emas kembali mencetak rekor baru (pada tanggal 09 Agustus 2011). Untuk kali pertama, harga emas menembus level US$ 1.770 per troy ounce. Kecemasan akan perekonomian global membuat pasar saham jeblok sehingga membuat emas kembali menjadi incaran.

Kemarin Pagi, kontrak harga emas untuk pengantaran Desember di New York naik 3,6% ke rekor tertinggi di level US$ 1.774,80 per troy ounce. Pada pukul 14.56, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.759,40 per troy ounce. Kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 3,1% ke level tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 1.772,38.

Jika dilihat, harga emas sudah melejit 23% sepanjang tahun ini. "Pasar saat ini merasa cemas akan terjadinya resesi global yang lain. Penurunan peringkat kredit rating AS memercikkan banyak kekhawatiran dan pasar juga tengah bingung dengan situasi Eropa," urai Natalie Robertson, 
commodity analyst Australia & New Zealand Banking Group Ltd.
000

Tuesday, August 9, 2011

Jangan Taruh telur Pada Satu Keranjang (Investasi Emas)


"Jangan Taruh Telur Dalam satu keranjang", itulah, kata-kata yang harus selalu diingat oleh Investor. Sebenarnya itu hanya kata "bijak" yang mengingatkan investor agar selalu hati-hati dalam investasi, Mengapa? bayangkan saja bila kita taruh telur dalam satu keranjang maka bila telur itu jatuh akan pecah semua. Atau misalnya kita usaha dagang kain, semua kita investasikan dalam satu ruko dalam pasar, tiba-tiba pasar terbakar lalu apa yang terjadi? semua barang hangus terbakar, maka yang punya akan jatuh miskin dan susah untuk bangun lagi. Tapi untuk orang yang bijak, akan meletakan investasinya dibeberapa tempat, misalnya bila dalam usaha yang sama maka akan membagi ke beberapa outlet yang berbeda letaknya, ataupun bila hanya satu maka barang dagangannya akan diasuransikan.

Sebagai investor kita tidak ingin jatuh tertimpa tangga dan susah bangun lagi. maka umumnya investor membagi fortofolio investasinya ke berbagai bidang misalnya saham, deposito, emas, forex, property dan lain-lain.
Investasi emas, adalah investasi yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja karena dapat dibeli oleh siapa saja dengan harga relatif kecil dan bisa dibeli dalam ukuran 1 gram. Bandingkan dengan tanah yang umumnya dijual dalam ukuran 100 M persegi. kalo emas dengan uang 300-an kita sudah bisa investasi.
Harga emas dalam jangka panjang akan selalu naik dengan prosentasi kenaikan di atas inflasi.
http://full-emas.blogspot.com
000




Monday, August 8, 2011

Menyimpan Emas


Kalau jumlahnya tak seberapa, emas bisa saja disimpan di rumah. Namun kalau jumlahnya agak banyak atau Anda sering merasa kurangsave, Anda bisa menyewa safe deposit box (SDB) di bank. Hampir setiap cabang bank di berbagai kota menyediakan layanan tersebut dengan tarif sekitar 400 ribu sampai 1 juta untuk ukuran small-medium. Di Commonwealth Bank tarifnya Rp 440 ribu sampai Rp 770 ribu per tahun sudah termasuk pajak. Sementara di BRI tarifnya Rp 1 juta per tahun. Ukuran tersebut sudah cukup untuk menyimpan ijazah, sertifikat, perhiasan, dan emas tentunya.

Pengamanan di SDB relatif cukup bagus dan diawasi dengan ketat. Bisa juga Anda minta untuk diasuransikan. Anda nanti akan diberikan dua kunci, dimana kunci pertama dipegang petugas bank dan kunci kedua Anda yang pegang. Untuk membuka SDB, harus menggunakan kedua kunci tersebut bersamaan.
Sumber : http://full-emas.blogspot.com
000

Sunday, August 7, 2011

Membeli dan Menjual Emas


Secara umum, Anda bisa membeli di toko emas atau Pegadaian (biasanya stok tidak banyak). Terkadang, money changer yang agak bonafid juga melayani. Untuk tren emas, bisa dilihat di situs Kitco. Selain itu bisa dicek juga di situs Gold Price atau UBS Gold untuk melihat perkembangan harga terkini. Pembayaran biasanya bisa dengan tunai, transfer, atau kartu debit. Namun lebih praktis bila pembayaran dilakukan sebelumnya (setelah konfirmasi harga) dengan melakukan transfer terlebih dahulu baru kemudian Anda bawa slip transfer untuk ditukar dengan emas.

Bisa juga beli di Antam unit Pengolahan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung. Anda bisa naik busway dari Blok M, turun di Dukuh Atas. Lalu sambung ke arah Pulo Gadung dan turun di perhentian TUGAS. Anda bisa jalan kaki sekitar 100 meter atau naik ojek. Kompleks Antam relatif aman. Sebelum masuk Anda harus lapor, tinggalkan ID, register nama dan alamat, baru Anda dapat surat jalan dan tanda pengenal untuk masuk ke tempat perdangangan.
Pembelian sekecil 1 gram juga bisa dilayani. Mirip membeli pulsa ponsel, ada beberapa nominal yang tersedia. Yang jelas, makin berat emas yang kita beli, biasanya harga per gram menjadi lebih murahkarena ada biaya pembuatan. Biaya pembuatan emas batangan 100 gram lebih murah daripada batangan 50 gram. Tidak ada biaya lain-lain. Pembelian dalam jumlah banyak bisa diantar menggunakan pihak ketiga (Securicor).
Untuk menjualnya, Anda bisa bawa kembali ke Antam, Pegadaian, atau ke toko emas dengan harga yang berlaku pada hari tersebut. Prosedurnya sederhana, mirip dengan menukar uang di money changer. Anda bawa emas, cek harga saat itu, lalu terima uang. Kalau harga sedang berfluktuasi, biasanya pada pukul 9.00 (jam buka) dan 12.00 ada perubahan harga dan penyesuaian. Selain itu, menjual emas di Antam bisa sedikit lebih dihargai mahal daripada menjual di toko emas. Walaupun emas bersertifikat selalu akan diterima di manapun, usahakan untuk menjual kembali di tempat kita membeli sebelumnya, apalagi bila kuitansi pembelian masih ada.
Ada pula yang mengatakan bahwa emas buatan luar (misal Swiss/Credit Suise) cenderung dihargai lebih tinggi. Konon katanya berat emas buatan luar cenderung lebih banyak daripada yang tertulis dalam cetakan. Kalau tertarik, Anda bisa beli langsung (cash & carry) atau pesan jarak jauh/melalui agen penjual. Ada pula yang menyarankan untuk beli via eBay karena banyak penjual/kolektor yang bagus dan murah. Namun biasanya ada tambahan delivery charge dan insurance charge. Sementara pajak biasanya tidak ada (atau sudah include ke harga yang dibayar).
Yang jelas, selalu teliti sertifikat (berupa kertas kecil berhologram) dan kuitansi, lalu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya ada kode seperti 9999 atau 24 karat, nomer seri dan berat logam dengan cetakan tenggelam, dan logo pembuatnya.
Sumber : http://full-emas.blogspot.com

000

Saturday, August 6, 2011

Variasi Media Emas


Bentuk emas ada bermacam-macam. Yang paling umum adalah batangan (gold bar) menyerupai batubata dengan kadar 22 karat (95%) atau 24 karat (99%). Jenis ini dipandang yang paling baik karena di manapun dan kapanpun Anda jual, harganya selalu mengikuti harga internasional yang berlaku.

Selain itu ada juga emas berbentuk koin. Nilai dan kadarnya sama dengan emas batangan namun konon jumlahnya terbatas dan sulit dijumpai di pasaran. Ada koin yang harganya sampai lebih dari Rp 50 milyar karena ada variabel sejarah, kepemilikan, dan mungkin kejadian penting saat koin tersebut diluncurkan. Selain itu, kalau Anda ingin membeli koin emas, ada baiknya untuk memilih produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles. Mereka adalah produsen aset berkualitas dunia dan produknya diminati kolektor internasional.
Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Namun perhiasan kurang tepat untuk berinvestasi. Pertama, ada biaya pembuatan perhiasan yang membuat harga yang harus dibayar menjadi lebih tinggi. Kedua, perhiasan sifatnya subyektif, tergantung selera individu. Sangat mungkin Anda membelinya dengan mahal namun ketika dijual harganya jatuh karena modelnya tak lagi up to date. Pedagang di toko emas juga harus menanggung ketidakaslian dan penurunan kadar emas karena harus dilebur kembali.
Ada juga emas untuk naik haji (ONH). Selain untuk persiapan naik haji, emas juga bisa digunakan untuk berinvestasi. Misalnya kalau di tahun 90-an perlu 250-300 gram emas untuk naik haji, sekarang hanya perlu separuhnya saja. Hanya saja, emas bentuk ini sifatnyalocalized distribution dan kurang mendapat perhatian dunia.
Bisa juga berinvestasi secara tidak langsung lewat discretionary fund gold atau hedge fund gold—-namun agak susah kalau lewat Indonesia dan perlu dana yang cukup besar. Namun ada juga yang menawarkan reksadana emas yang masuk ke saham-saham perusahaan produsen emas. Ada pula sejumlah manajer investasi yang membuat semacam forward contract berbasis emas—-mirip dengan investasi di futures(derivatif) emas.
Di Indonesia ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang. Misalnya HSBC Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Ada juga yang menawarkan dalam bentuk kontrak berjangka. Namun maaf, saya belum punya banyak informasi soal ini.
Oiya, ada sedikit catatan khusus emas putih. Emas putih murni dibentuk dari emas (75%) plus logam lain (platina) sehingga berwarna putih. Sementara emas kuning dibentuk dari emas ditambah kuningan. Tapi ada pula emas putih “murni” yang dibuat dari emas kuning yang diputihkan (dikrom). Emas putih yang murni seharusnya tidak akan pudar setelah digunakan beberapa lama.

Sumber : http://full-emas.blogspot.com
000

Friday, August 5, 2011

Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Emas


Emas nilainya cenderung stabil dan dianggap tak punya efek inflasi (zero inflation effect). Sangat jarang sekali harga emas turun. Emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan perhiasan.
Emas bagus pula untuk diversifikasi. Misal Anda sudah berinvestasi di saham, obligasi, reksadana, properti, atau lainnya; membeli emas bisa jadi alternatif yang bagus. Apalagi di beberapa negara konon mengalami penurunan produksi emas. Karena peningkatan kelangkaan emas, bisa dipastikan harganya akan selalu naik.
Keuntungan lainnya, harga emas dipatok dalam USD. Kalau terjadi peningkatan nilai USD, Anda dapat dua keuntungan sekaligus, yaitu dari kenaikan dollar dan kenaikan harga emas itu sendiri.
Namun, bila terjadi sebaliknya, hal ini bisa jadi pedang bermata dua.
Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan. Di Indonesia, money changer relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu. Akibatnya, menyimpan mata uang USD harus selalu diperbarui. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja beberapa lama.
Kekurangannya terutama pada segi storage dan handling. Menyimpan “hard asset” seperti emas relatif beresiko dan mahal. Selain itu, apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil (chipped), sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga. Kalau saya bilang, emas kurang cocok buat mereka yang ceroboh atau sembrono.
Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang). Jadi, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untuk “hedging daripada “investasi.”
Sumber : http://full-emas.blogspot.com

000


Thursday, August 4, 2011

Fungsi Emas





emas batangan

Sulit memperkirakan dan mencari data kapan sebenarnya emas pertama dikenal dan memiliki nilai, sebab menurut sejarah peradaban munusia maka Emas sudah dikenal sejak manusia mulai berbudaya. Konon kabarnya emas mulai dikenal sebagai suatu yang bernilai tinggi dimulai dari masa kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christopher Columbus dan Vasco da Gama yang pada akhirnya memulai masa imperialisme. Namun jauh sebelum adanya petualangan & masa tersebut, dibeberapa sejarah menunjukkan bahwa sejumlah suku pedalaman sudah mengenal emas dan dijadikan sebagai alat budaya khsususnya perlengkapan kegiatan spiritual kuno, bahkan menurut sejarah Mesir kuno menunjukkan bangsa Mesir sudah mengenal Emas sejak zaman sebelum masehi. Evolusi pemanfaatan emas secara sederhana dapat diurutkan sebagai berikut Emas sebagai: Perlengkap budaya religius, lambang kekuasan, komoditi pertambangan, aset kekayaan, perhiasan, alat tukar, cadangan devisa dan industri elektrionik. Oleh karena itu, Emas tidak hanya dikenal sebagai suatu komoditi pertambangan tetapi juga sebagai suatu produk, alat moneter, dan instrumen investasi.
Emas Sebagai Komoditi Pertambangan Sebagaimana umumnya barang logam lainnya, maka Emas merupakan salah satu jenis logam yang dihasilkan melalui kegiatan pertambangan. Sejarah pertambangan Emas sudah sangat lama, bahkan ada penulis memperkirakan sudah sejak 2000-5000 tahun SM. Begitu panjangnya usia kegiatan pertambangan emas tentunya juga banyak mengalami perubahan metoda, dimulai dengan cara pertambangan tradisional yaitu menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, kemudian motoda Sianida, flotasi dan heap leaching. Pertambangan emas terbesar saat ini adalah Afrika Selatan, kendati demikian tidak berarti Afrika Selatan memilki cadangan emas terbesar. Sesuai sifatnya emas memang tidak habis dikonsumsi, berbeda dengan komoditi lain yang habis dikonsumsi sehingga memungkinkan negara lain yang tidak memilki tambang emas yang banyak tetapi justru memilki cadangan emas yang besar, hal ini terakit dengan fungsi emas sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter serta investasi. Pertambangan emas di Indonesia dimulai sejak adanya penjajahan (imperialisme Eropa), kendati menurut sejarah sejumlah kerajaan Nusantara di Indonesia sudah melakukan kegiatan penambangan emas seperti yang dilakukan di Sumatra dan Kalimantan, bahkan ada kemungkinan sejak zaman pra sejarah sebab beberapa barang peningggalan pra sejarah ada yang terbuat dari emas. Tercatat tambang Emas tertua diantaranya Alluvial di Kalimantan Barat pada abad ke-4 dan Lebong Tandai pada abad ke-7. Setelah zaman kemerdekaan sejumlah usaha pertambanagn milik penajajah Belanda di ambil alih oleh pemerintah Indonesia dengan mendirikan perusahaan pertambangan diantaranya R.T. Braakensick, selain itu juga dilakukan pertambangan dengan sistem kontrak karya dengan sejumlah perusahaan asing serta pertambangan-pertambangan rakyat maupun juga usaha pertambangan ilegal. Sebagai komoditi pertambagan, harga emas juga mempengaruhi dan dipengaruhi harga komoditi-kmoditi pertambangan lainnya selain faktor-faktor fundamental terkait supply & demand maupun faktor lainnya non-fundamental. Kendati harga emas lebih dominan menjadi acuan (leading) harga bagi komoditi pertambangan lainnya terlebih lagi perak yang banyak dihasilkan sebagai sampingan dalam pertambangan emas, harga emas juga terkadang mengikuti harga komoditi pertambangan lainnya seperti harga minyak bumi (crude oil) dan Nikel. Korelasi harga antar komoditi ini baik yang memang mempunyai hubungan langsung (substitusi & komplementer) maupun tidak sama sekali memunyai hubungan, dalam analisa harga biasa disebut sebagai sentimen market.

Emas Sebagai Suatu Produk Suatu hal yang perlu dimengerti dan sepertinya suatu yang sederhana adalah perbedaan produk dan komoditi. Namun kita tidak akan membahas hal tersebut lebih jauh lagi, sebab yang terpenting adalah kedua hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan harga emas sebagai suatu komoditi dan emas sebagai suatu produk. Sebagai suatu produk, kita lebih mengenal emas dalam bentuk perhiasan, kendati saat ini produk emas tidak hanya sebagai perhiasan tetapi juga untuk peralatan elektronik. Diperkirakan demand Emas untuk perhiasana dan Industri mencapai 80% dari total demand emas secara global. Harga Emas terkait emas sebagai suatu produk khsususnya perhiasan, dipengaruhi kondisi supply dan demand perhiasan. Demand emas sebagai suatu produk perhiasan akan dipengaruhi kegaitan seremonial pada perayaan-perayaan hari besar. Emas sebagai suatu instrumen moneter dan membuat harga emas berkorelasi dengan pasar keuangan (fianncial market), dimulai dengan digunakannya emas sebagai alat tukar (Uang), standard emas dan digunakannya Emas sebagai cadangan devisa suatu negara. Selain adanya faktor akan sifat harga emas yang tidak punya efek inflasi (Zero inflation effect). Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Emas sebagai alat tukar atau uang logam, kita perlu sekilas melihat sejarah ataupun evolusi alat tukar yang melalui tahapan-tahapan berikut sesuai perubahan zaman: Barter, uang barang atau uang komoditi, uang logam dan uang kertas (Fiat Money).Sesuai dengan tahapan perkembangan alat tukar diatas, maka Emas sebagai alat tukar dimulai pada masa alat tukar terbuat dari logam. Emas sebagai alat tukar dibuat berbentuk koin, dalam sejarah koin emas sudah dibuat sejak masa Raja Croesus dari Lydia sekitar tahun 560 SM. Koin emas telah digunakan sebagai alat tukar dimasa Kerajaan Romawi pada zaman pemerintahan Julius Caesar. Kemudian pada masa berikutnya koin emas juga digunakan oleh bangsa arab yang menggunakan dinar emas dan dirham perak yang sudah disyahkan mekanisme dan sistem timbangan resmi oleh Nabi Muhammad saw. sebagai alat tukar dengan dasar nilai instrinsik-nya. Aplikasi Nilai tukar dengan uang emas yang menggunakan nilai instrinsik sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad saw inilah yang pada dewasa ini kembali menjadi pembicaraan para ekonom untuk melihat dan mempertimbangkan lagi penggantian uang kertas menjadi uang logam Emas. Kendati saat ini para ekonom mulai kembali mempertimbangkan penggunaan uang logam Emas sebagai alat tukar menggantikan uang kertas, namun kita perlu sekilas membahas sejarah standar Emas dan uang kertas. Perkembangan pertukaran dan skala perdagangan dan penggunaan alat tukar, menuntut adanya alat tukar yang lebih fleksibel sehingga ringan dan mudah dibawa (portability) dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility); mendorong diciptakannya uang kertas. Pada awalnya uang kertas yang dicetak harus disertai dengan penjaminan, jaminan atas uang kertas yang ini berupa emas, inilah yang kemudian dikenal dengan standar Emas. Momentum pelaksanaan standard emas ini ditandai dengan perjanjian Bretton Woods tahun 1944, perjajian ini didukung tidak kurang 44 Negara yang setujui mematok mata uang kertas masing-masing negara terhadap USD Dolllar dengan jaminan Emas yaitu USD 35 dijamin dengan satu ounce Emas. Perjanjian atau standar Emas ini berlangsung 27 tahun hingga tahun 1971, dimana pada tahun 1971 pemerintah Amerika Serikat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat perang vietnam tidak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang kertas dengan cadangan emas yang dimilikinya akibat besarnya aliran penukaran US Dollar dengan Emas, sehingga mendorong pemerintah AS memutuskan tidak lagi menjamin US Dollar dengan Emas, sejak itu mata uang kertas tidak lagi dijamin dengan Emas tetapi ditentukan oleh kepercayaan yang didukung oleh ketersediaan cadangan devisa (Emas dan valuta asing) yang dimiliki bank sentral masing-masing negara dan supply-demand yang ditentukan kondisi fundamental ekonomi masing-masing negara. Emas sangat sessuai menjadi salah satu cadangan devisa selain valuta asing (valas), hal disebabkan harga cenderung terus meningkat dan dapat diguakan sebagai alat pembayaran internasional yang dapat diterima oleh semua negara selain juga harga emas mengacu pada harga perdagangan internasional. Digunakannya Emas sebagai cadangan devisa bank sentral tiap negara menjadikan Bank sentral sebagai salah satu variabel demand pasar Emas global pada periode tersebut, namun kini kondisi tersebut mulai berubah sebaliknya. Menyatuan mata uang kawasan seperti Zona Euro, membuat bank sentral menjadi satu dan berarti beberapa bank sentral negara-nagara yang tergabung tidak lagi memiliki kepentingan menahan cadangan devisa beruapa Emas yang cukup besar dan perlahan melepas cadangan Emas ke pasar. Hal tersebut menjadi Bank sentral saat ini sebagai salah satu variabel supply di pasar Emas global. Korelasi Emas dengan sektor meneter dan pasa keuangan (finansial Market) juga didasari oleh sefat harga emas yang tidak punya efek inflasi (Zero inflation effect), dimana bila terjadi kenaikkan harga maka harga emas akan juga cenderung meningkat. Atas dasar hal tersebut, maka pada saat kondisi ekonomi memburuk atau ketidak ada kepastian akan prospek perekonomian maka semua pihak akan cenderung memegang emas sebagai aset-nya dibanidngkan aset lainnya. Selain disisi diatas, korelasi pasar keuangan khususnya mata uang dengan harga emas adalah konversi harga. Kerena data Emas diperdagangan semua negara dengan mata uang negaranya masing-masing, namun pelaku pasar tetap mengacu pada harga emas internasional yang denomiasinya dalam US Dollar per-troyounce. Apresiasi dan depresiasi mata uang negara yang dipengaruhi kondisi & prospek fundamental ekonomi negara yang bersangkutan akan mempengaruhi harga emas konversi ke dalam denominasi harga emas lokal.Emas Sebagai Instrumen Lindung Nilai & Investasi Emas sebagai suatu instrumen Lindung Nilai (Hedging) & Investasi sulit dipisahkan, kebiasaan masyarakat menyimpan kekayaan dalam bentuk emas dalam jangka panjang, dapat dinilai sebagai suatu langkah investasi sebab harga Emas cenderung mengalami kenaikkan dan jarang sekali mengalami penurunan sehingga ada keuntungan yang di dapat pemiliknya, sekaligus pemilik Emas sudah melakukan langka lindung Nilai (hedging) terhadap aset kekayaan terjadap penurunan nilai kekayaannya dari pengaruh inflasi.Emas sebagai instrumen Investasi sangat sesuai digunakan untuk tindakan diversifikasi baik untuk aset kekayaan maupun suatu portofolio investasi. Terkait harga emas sebagai instrumen investasi dan korelasinya dengan pasar keuangan dan moneter, maka harga emas cenderung berfluktuasi dan semakin tinggi fluktuasinya seiring dengan semakin tinggi pula harga emas dari waktu ke waktu. Selain memilki berbagai keunggulan sebagaimana diatas, investasi Emas memilki kekurangan diantaranya: Kesulitan menyimpanannya, pasar yang kurang transfaran, dan resiko keamanan. Produk Bursa Berjangka Dengan Underlying Emas sebagai suatu instrumen Investasi memiliki kelemahan sebagaimana disebutkan diatas yaitu kesulitan menyimpannya, resiko keamanan, fluktuasi harga yang tinggi dan pasar fisik emas yang belum transfaran. Kendala dan kelemahan melakukan investasi Emas tersebut dapat diatasi dengan beberap produk Bursa Berjangka dengan basis Emas, meliputi:1. Kontrak Berjangk Emas 2. Kontrak Gulir Emas3. Kontrak Forward Emas Negotiable 4. Pasar Fisik Emas tanpa warkat (paperless). Pada transaksi Kontrak Berjangka Emas, investor mendapat kemudahan tidak perlu tempat & biaya menyimpanan Emas, demikian juga resiko fluktuasi harga yang tinggi dapat menjadi peluang mencari keuntungan dalam waktu yang lebih singkat, begitu juga dengan harga akan lebih transfaran sebab dilaksanakan secara Multilateral (banyak pihak) dan dalam pasar yang organisir oleh suatu bursa. Investor juga tidak memerlukan dana tunai 100% sesuai nilai transaksi, tetapi cukup dengan menyediakan dana untuk Intial Margin (sekitar 5% Nilai transaksi) dan variasi margin. Kontrak Berjangka Emas juga dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai (hedging) oleh pelaku pasar fisik Emas baik bagi konsumen (industri) maupun juga bagi produsen (pertambangan dan pengolahan Emas). Berbeda dengan kontrak berjangka Emas, maka kontrak Gulir Emas tidak ada batas waktu jatuh tempo dan penyerahan fisik sehinggga lebih memudahkan lagi bagi investor dan dapat digunakan untuk kebutuhan investasi dan lindung nilai jangka pendek maupun jangka panjang, namun demikian pada kontrak gulir Emas ada perhitungan bunga (penerimaan bunga bagi yang punya posisi beli dan pembebanan bunga pada yang memilki posisi jaul). Kesulitan dan kekurangan investasi Emas sebagaimana diatas, juga dapat diatasi dengan Pasar Emas tanpa warkat (paperless), dimana investor tidakperlu repot melakukan penyimpanan sebab Bursa dan Lembaga Kliring sudah menyediakan tempat penyimpanan secara gratis dan aman serta dapat diambil sewaktu-waktu, investor pemilik Emas dapat langsung melakukan transaksi penjualan terhadap Emas yang disimpannya secara transfaran melalui penawaran jual pada system perdagangan yang disediakan bursa.

Sumber : http://full-emas.blogspot.com

000


Wednesday, August 3, 2011

Investasi Emas (Gold Investment)




Emas Batangan
Emas adalah jenis tabungan (Investasi) yang telah dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu. Mungkin diantara Anda pernah melihat apa yang telah orang tua atau kakek nenek kita lakukan terhadap emas. Kebayakan dari mereka sudah terbiasa dan mengerti tujuan dan manfaat berinvestasi emas. Mereka pun menyimpan emas semata-mata bukan hanya untuk koleksi dan mereka kenakan ketika acara-acara tertentu. Penyimpanan emas yang mereka lakukan juga digunakan sebagai tabungan yang dapat sewaktu-waktu mereka cairkan (jual) ketika mereka membutuhkan sejumblah uang

Investasi emas telah dilakukan ribuan tahun lalu. Hal ini dilakuka bukan tanpa alasan. Menyimpan emas sama halnya seperti kita menyimpan Wine (anggur) yang semakin lama semakin tinggi kualitasnya, yang membuat harga jualnya pun ikut terangkat. Berinvestasi emas memiliki keuntungan yang harganya memiliki daya tahan terhadap inflasi. Harga emas tidak pernah anjlok terhadap inflasi, sebaliknya semakin tinggi inflasi semakin tinggi pula harga emas yang kita miliki. Itulah alasan yang melatarbelakangi orang-orang untuk membeli emas ketika inflasi. Pembelian emas dalam skala besar terjadi ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1998. Hal ini juga dilakukan oleh generasi sebelum Anda, bahkan di negara-negara lain. Ketika Jepang menyerbu Cina, pembelian emas melambung tinggi dan pilihan terbukti benar, karena ketika keadaan normal deposito emas dapat dijual dengan harga tinggi. Tapi sebelum berinvestasi di emas, Anda harus terlebih dahulu mempertimbangkan apa jenis emas yang akan Anda pilihJangan biarkan anda salah pilih, karena bila salah,  investasi anda tidak memberikan manfaat maksimal. Investasi emas tidaklah berbeda dengan media investasi lain seperti saham dan reksa dana. Pemilihan 'portofolio' yang tepat akan menentukan keuntungan yang akan diperoleh pula

Hal pertama yang mesti dilakukan bila ingin melakukan investasi emas adalah memilih kadar karat emas yang tinggi. Di pasaran emas diperdagangkan mulai dari 18 hingga 24 karat. Semakin tinggi karatnya berarti semakin murni kandungannya dan hal tersebut juga semakin baik sebagai investasi. Sebab emas dengan kandungan karat yang tinggi akan semakin mudah untuk di jual. 

Selain memperhatikan kadar karat, sebelum berinvestasi emas kita pun juga harus memperhatikan jenisnya dari bentuk emas tersebut. Bentuk emas dibagi menjadi 3 kategori : emas batangan, koin, dan perhiasan. Dari 3 kategori bentuk emas tersebut, emas batangan dan koin adalah kategori emas yang baik digunakan untuk tujuan berinvestasi. Kedua bentuk emas tersebut (batangan dan koin) dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan bentuk, sehingga tidak pula mengalami penurunan harga. Sementara emas dalam bentuk perhiasan dapat mengalami penurunan harga, hal tersebut disebabkan adanya ongkos produksi dan model yang sudah tidak up to date. Contoh : Bila anda membeli cincin emas model terbaru sekarang, dan kemudian sepuluh tahun yang akan datang bisa jadi model cincin emas tersebut sudah ketinggalan jaman, dan pasti akan sangat sedikit peminat cincin tersebut.

Karna itu mengapa emas dengan bentuk batangan dan koin lebih direkomendasikan bagi yang ingin berinvestasi. Namun faktor keamanan bagi 2 jenis emas tersebut sangatlah tinggi resikonya. Sebaiknya anda jangan menyimpan emas 2 jenis emas tersebut (batangan dan koin) di dalam rumah, karena akan mudah di curi dibanding bila anda menyimpannya di bank. Menyimpan emas di bank bisa sama amannya dengan memiliki tabungan dan deposito. Anda dapat memanfaatkan fasilitas Safe Deposit Box yang telah disediakan di kebanyakan bank sekarang ini. So... anda pun tidak perlu khawatir lagi emas anda akan dicuri....

Sumber : http://full-emas.blogspot.com